Detail Cantuman Kembali

XML

identifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder ranting mangrove Rhizopora mucronata pada musim barat dan aktivitasnya sebagai pestisida hama ulat bawang merah


Indonesia merupakan negara yang memiliki distribusi mangrove tertinggi didunia sebesar 19%. Salah satu mangrove yang hidup di Indonesia yang ada di Kawasan mangrove Wonorejo adalah R.mucronata. Banyaknya ranting mangrove yang berjatuhan hanya dimanfaatkan sebagai kayu bakar, padahal kandungan senyawa metabolit sekunder yang dimiliki ranting tersebut diduga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida hama. Kandungan senyawa metabolit sekunder tidak tetap dan dapat berubah sesuai keadaan musim. Karakteristik musim yang sering menimbulkan permasalahan terjadi pada musim barat yang ditandai curah hujan yang tinggi dan temperatur yang rendah yaitu berupa serangan hama ulat bawang merah yang menimbulkan dampak kerugian panen pada petani Indonesia. Berdasarkan penelitian yang ada, maka penelitian ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan pada musim barat di Indonesia yaitu memanfaatkan kandungan senyawa metabolit sekunder dari bagian ranting mangrove R.mucronata yang diambil pada musim barat sebagai pestisida hama. Metodologi, digunakan ulat bawang merah instar II dan data sekunder musim barat dari BMKG. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak metanol ranting R.mucronata pada musim barat dengan kondisi temperatur 2,96⁰C/Hari dan curah hujan 3,7 mm/Hari menggunakan skrining fitokimia dan GC-MS mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, fenolat, terpenoid, saponin dan tidak mengandung steroid. Ekstrak yang aktif sebagai pestisida ulat bawang merah pada konsentrasi 1600 mg/L dengan aktivitas antifedant sebesar 67,74%. Golongan senyawa metabolit sekunder yang diduga berperan sebagai pestisida ulat bawang merah adalah fenolat dan saponin.
624.17.12 Oct i
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2017
Surabaya
xiv, 84 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...